Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KABAR INKLUSI » Realitas Pemenuhan Hak Disabilitas di Sulut, Antara Perda dan Fakta Lapangan

Realitas Pemenuhan Hak Disabilitas di Sulut, Antara Perda dan Fakta Lapangan

  • account_circle Glen Octaviano
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Manado, SUARARAFAEL.COM

Bayangkan Anda memiliki sebuah mobil mewah. Desainnya futuristik, brosurnya menjanjikan kenyamanan, dan harganya mahal. Namun, mobil itu hanya diparkir di garasi selama empat tahun. Tidak pernah dijalankan, tidak pernah mengantar siapa pun ke tujuan. Mengapa? Karena mesinnya belum dipasang.

Itulah analogi paling tepat untuk menggambarkan nasib Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 8 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas saat ini.

Empat tahun adalah waktu yang lama dalam siklus politik hampir satu periode kepemimpinan penuh. Seharusnya, waktu tersebut cukup untuk mengubah wajah trotoar di Manado menjadi ramah kursi roda, membuat loket layanan publik di Bitung lebih inklusif, atau membuka ribuan lapangan kerja setara di Minahasa. Namun, realitas di aspal jalanan Sulawesi Utara menceritakan kisah yang berbeda. Perda ini, sayangnya, masih menjadi “macan kertas” mengaum dalam teks pidato pejabat, namun bisu saat berhadapan dengan kebutuhan riil warga disabilitas.

Secara filosofis dan yuridis, lahirnya Perda No. 8 Tahun 2021 adalah sebuah kemenangan. Ia adalah turunan dari UU No. 8 Tahun 2016 yang menandai pergeseran paradigma besar: dari charity-based approach (belas kasihan) menuju human rights-based approach (pemenuhan hak). Namun, dokumen hukum yang progresif ini mengalami kelumpuhan eksekusi.

Masalah utamanya adalah absennya Peraturan Gubernur (Pergub). Dalam tata kelola pemerintahan, jika Perda adalah “undang-undang”-nya, maka Pergub adalah “juknis” atau petunjuk teknisnya. Tanpa Pergub, Perda hanyalah daftar keinginan (wishlist) tanpa instruksi operasional.
Para ahli kebijakan publik sering menyebut fenomena ini sebagai implementation gap. Pergub bukan sekadar administrasi; ia adalah instrumen yang menerjemahkan norma abstrak menjadi indikator kinerja. Tanpa Pergub, Dinas Pekerjaan Umum tidak memiliki standar baku kemiringan bidang miring (ramp) yang wajib dibangun. Tanpa Pergub, Badan Kepegawaian Daerah tidak memiliki skema teknis rekrutmen ASN jalur disabilitas yang jelas. Akibatnya, “niat baik” negara tidak pernah mendarat menjadi “layanan baik”.

Jebakan Sektoral dan Ilusi Anggaran
Logika birokrasi kita sering kali terjebak dalam kotak-kotak sektoral (silo mentality). Isu disabilitas kerap dianggap “milik” Dinas Sosial semata. Ini adalah kesesatan berpikir yang fatal.
Disabilitas adalah isu lintas sektor (cross-cutting issue). Aksesibilitas adalah urusan infrastruktur; pendidikan inklusi adalah urusan Dinas Pendidikan; jaminan kesehatan adalah urusan Dinas Kesehatan. Tanpa regulasi turunan yang “memaksa” integrasi program ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), isu disabilitas akan terus menjadi anak tiri dalam prioritas anggaran.

Mengutip prinsip penganggaran inklusif (inclusive budgeting), sebuah kebijakan tanpa alokasi anggaran yang spesifik hanyalah halusinasi. Selama Perda ini tidak diterjemahkan ke dalam nomenklatur anggaran di setiap OPD, selama itu pula hak penyandang disabilitas akan terabaikan.
Partisipasi: Subjek, Bukan Objek
Lebih menyakitkan lagi adalah praktik partisipasi yang semu (tokenism). Seringkali, pelibatan komunitas disabilitas hanya terjadi di permukaan sekadar untuk memenuhi kolom daftar hadir rapat agar terlihat demokratis.
Prinsip global “Nothing About Us Without Us” bukan sekadar slogan moral, melainkan prasyarat validitas kebijakan. Dalam studi sosiologi modern, pengalaman hidup penyandang disabilitas (lived experience) adalah data empiris yang tak tergantikan.

Mengabaikan suara mereka dalam penyusunan Pergub atau kebijakan teknis lainnya sama dengan dokter yang memberikan resep tanpa memeriksa pasien: berisiko tinggi malpraktik kebijakan.

Sulawesi Utara sedang berada di persimpangan. Kehadiran Pergub yang kita nantikan bukan hanya soal melengkapi tumpukan kertas birokrasi. Ia adalah ujian kepemimpinan. Apakah pemerintah daerah berani melakukan tindakan afirmatif, atau membiarkan ketimpangan ini melembaga?
Pergub harus hadir sebagai instrumen “pemaksa” yang legal memastikan kuota kerja dipatuhi swasta dan pemerintah, memastikan setiap rupiah APBD ramah disabilitas, dan memastikan sanksi bagi pelanggar aksesibilitas.

Empat tahun penundaan sudah terlalu lama. Bagi penyandang disabilitas yang setiap hari harus bertarung menaklukkan tangga gedung pemerintah yang curam atau ditolak bekerja karena stigma, setiap detik penundaan regulasi adalah perpanjangan masa ketidakadilan.

Seperti adagium hukum klasik: justice delayed is justice denied. Keadilan yang ditunda adalah ketidakadilan itu sendiri. Jangan biarkan Perda ini berakhir sekadar sebagai etalase politik yang indah dipandang, namun kosong melompong di dalamnya.

Oleh: Glen Octaviano
(Founder CUPABLE – Pemberdayaan Komunitas Ragam Disabilitas)

  • Penulis: Glen Octaviano
  • Editor: Alan Umboh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
    • account_circle tianrepi@gmail.com
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    Remote Ready: Essential Tech Tools for the Digital Nomad

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 380
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 963
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken
    War

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2024
    • account_circle tianrepi@gmail.com
    • visibility 488
    • 0Komentar

    President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protesters interrupted his speech. “If you really care about the lives lost here, then you should honor the lives lost and call for a ceasefire in Palestine,” one protester shouted during his […]

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • visibility 45
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

expand_less